Tuesday, March 9, 2010

Kisah Sebuah Jam

Alkisah, Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. "Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun?"
"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?"

Tukang jam pun terdiam....
"Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?"

"ha...Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.

Tukang jam pun terdiam....
"Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam?"

"Apaa..Dalam satu jam harus berdetak 3.600 kali?"
"Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

Tukang jam pun terdiam....

Lalu tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.

"Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kalisetiap detik?"

"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jamdengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 86.400 kali dalam sehari..dan 3.600 kali dalam satu jam..dan tentu saja 31.104.000 kali selama setahun!!!

~~~

Sahabatku, Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang terasa begitu berat. Namun sebenarnya jika kita sudah menjalankannya, ternyata kita mampu, bahkan sesuatu yang mungkin semula kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan. Yakinlah kepada Allah! Allah sudah mengukur kemampuan Hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya bersamaan dengan kesulitan yang kita hadapi, ada kemudahan di dalamnya.

Sahabatku, saya jadi teringat sebuah cerita dari grup IS3, tentang anak yang bertanya kepada ayahnya,

"Ayah, bisakah seumur hidup, kita bersih tanpa dosa?" tanya sang anak.
Sang ayah hanya menggelengkan kepala.

"Gimana kalo setahun?" tanyanya lagi. Ayahpun menggelengkan kepala sambil tersenyum,

"Kalo seminggu, gimana?" tanyanya lagi. Ayah menjawab. "Masih berat anaku, kayaknya nggak mungkin..."

"Nah, kalo satu jam bersih tanpa dosa", sang Ayah menjawab, "hmm..kalo sejam itu mungkin, Insya Allah"

"Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar...."

Sang ayah terkejut, akan jawaban sang anak yang begitu dalam maknanya....

Silahkan sahabat simpulkan sendiri... ^_^

Jazakumullah telah membaca cerita ini, semoga bermanfaat...

Ketika Cinta Hadir


Ketika cinta hadir, apa yang harus aku lakukan..?
Ketika cinta itu hadir tak terbendung, sungguh tiba- tiba, hanya akibat berbicara beberapa tutur kata saja.. dan engkau pun merenung.. YA Allah , apakah ini yang dinamakan cinta? dan apakah cinta ini Engkau hadirkan kedalam diriku sebagai ujian ataukah peluang.?

Cinta itu unik, ia hadir bukan untukmu, melainkan dirimu hanyalah perantara penebar cinta itu. Semakin dalam cinta itu menusuk dan menghujam kehatimu, berarti semakin banyak cinta yang dapat kau tebarkan ke semesta. Dan artinya semakin besar pula potensimu memasuki hati yang lebih dalam lagi dimana di sana bersemayam Nur Illahi yang cintanya lebih sejati.....

Jika kau bisa mencintai manusia dengan kedalaman 10 km menuju titik hatimu, maka engkau seharusnya bisa mencintai Tuhanmu lebih dalam dari itu. Cinta kepada manusia itu bisa di jadikan jalan tercepat menuju cinta ALLAH, Cinta yang dalam kepada manusia bisa kau jadikan jalan TOL menuju ALLAH SWT.

Ketika cinta itu hadir maka lupakan stimulatornya, tapi kembalilah kepada inspiratornya, semakin dalam cinta itu, semakin menusuk cinta itu maka akan semakin besar peluang anda dekat dengan Tuhan, caranya bagikan saja cinta yang hadir itu kepada alam semesta. Jangan kau pendam sendiri di lubuk hatimu, karena cinta yang tak kau tebarkan akan menjadi cinta yang tak sejati, yaitu bisa menghalangi hadirnya cinta yang lebih sejati. Maka bagikanlah cinta itu dengan penuh cinta kasih...

Sungguh , seharusnya ketika semakin dalam cinta masuk ke relung hatimu, maka semakin banyak engkau bisa berbagi cinta, ilmu, dan kasih sayang kepada manusia dan alam semesta..



Pelajaran Hidup

Pulanglah pada tuhan, cahaya kehidupan
Syarat bahagia di dunia, akherat kekal selamanya
Pada ALLAH....

Sudah menjadi lumrah, kehidupan di dunia 
Cabaran dan dugaan, mendewasakan usia
Rintangan di lalui tambah pengalaman diri
Sudah sunah, ketetapan Illahi

Deras arus dunia, menghanyutkan yang terlena
Indah fatamorgana, melalaikan , menipu daya
Dikejar, dicintai bak bayangan tak bertepi
Tiada sunahnya di dunia yang di cari

Begitu indah, siapapun kan tergoda
Harta, pangkat dan wanita melemahkan jiwa
Tanpa iman dalam hati, kita kan dikuasai
Syetan nafsu dalam diri, musuh yang tersembunyi

Pulanglah kepada Tuhan, cahaya kehidupan
Keimanan, ketaqwaan kepadanya senjata utama

Sabar menempuh jalan, tetapkan iman di hati
Yakinkan janji Tuhan surga yang sedia menanti
Imanlah penyelamat, dunia penuh panca roba
Hidup di akherat, kita kekal bahagia

di kutip dari catatan sahabatku : Supriyanto